Puisi Hari Ibu Kartini: Mengenangmu Usaha Raden Ajeng Kartini 2018
Puisi Perjuangan Raden Ajeng Kartini - Hari kartini yaitu memperingati salah satu pendekar perempuan Indonesia; R.A Kartini yang diperingati pada tanggal 21 April setiap tahunnya. Atas usaha Kartini dikenal sebagai emansipasi perempuan alasannya yaitu dalam hari semasa hidupnya memperlihatkan ide perempuan supaya lebih bisa memilih sikap. Peringatan atau perayaan Hari kartini umumnya diselenggarakan dengan bermacam-macam program menyerupai perlombaan kebaya, menciptakan karya puisi, pantun hingga ide lainnya. Ini bukan hanya di sekolah, bahkan kantor hingga masyarakat merayakanya.
Banyak sekali tokoh nasional telah menciptakan karya puisi ihwal hari kartini, misalnya Chairil Anwar dan Taufik Ismail. Puisi nasionalime kartini inilah yang kemudian menginspirasi pencinta puisi.
Berikut merupakan puisi Hari Ibu kita Kartini dalam mengenangmu dari usaha R. A Kartini 2018.
Puisi Karya: CHAIRIL ANWAR
Kalau hingga waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini hewan jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan saya akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Puisi Karya: Taufik Ismail
Sebuah Lasykar truk
Masuk kota Salatiga
Mereka menyanyikan lagu
'Sudah Bebas Negeri Kita'
Di jalan Tuntang seorang anak kecil
Empat tahun terjaga :
'Ibu, akan pulangkah Bapa,
dan membawakan pestol buat saya ?'
(1963)
Budaja Djaja
Thn. VI, No. 61
Juni 1973
Karya: Taufik Ismail
"Ibu telah merelakan kalian
Untuk berangkat demonstrasi
Karena kalian pergi menyempurnakan
Kemerdekaan negeri ini"
Ya, ibu tahu, mereka tidak memakai gada
Atau gas airmata
Tapi eksklusif peluru tajam
Tapi itulah yang dihadapi
Ayah kalian almarhum
Delapan belas tahun yang lalu
Pergilah pergi, setiap pagi
Setelah dahi dan pipi kalian
Ibu ciumi
Mungkin ini pelukan penghabisan
(Ibu itu menyeka sudut matanya)
Tapi ingatlah, sekali lagi
Jika logam itu memang memuat nama kalian
(Ibu itu tersedu sedan)
Ibu relakan
Tapi jangan di ketika terakhir
Kau teriakkan kebencian
Atau dendam kesumat
Pada seseorang
Walapun betapa zalimnya
Orang itu
Niatkanlah menegakkan kalimah Allah
Di atas bumi kita ini
Sebelum kalian melangkah setiap pagi
Sunyi dari dendam dan kebencian
Kemudian lafazkan kesaksian pada Tuhan
Serta rasul kita yang tercinta
pergilah pergi
Iwan, Ida dan Hadi
Pergilah pergi
Pagi ini
(Mereka telah berpamitan dengan ibu dicinta
Beberapa ketika tangannya meraba rambut mereka
Dan berangkatlah mereka bertiga
Tanpa menoleh lagi, tanpa kata-kata)
(1966)
Karya: Poetry
Hari itu telah berlalu ibu
Tapi perjunganmu masih berlaku
Sungguh agung perjalananmu
Sebagai perempuan saya senang akan itu
Perjuanganmu bukan hanya untuk dikenang
Generasi mulai tumbuh hingga tak terbilang
Banyak lahir raden ajeng kartini lanjutkan usaha hingga jasad menghilang
Aku yakin habis gelap terbitlah terang
Kartini-kartini muda bahagia
Meneruskan usaha untuk jiwa dan raga
Terima kasih Ibu Kartini
Kami hanya bisa mengucapkan Selamat hari Kartini
Bagiku engkaulah Ibu kita
Pejuang emansipasi wanita
Ide-ide sekarang lahir dari nasionalisme kartini muda
Bukan hanya sekedar kata kata
Karya Puisi-puisi hari kartini ini juga sanggup juga dibacakan ketika memperingati atau merayakan Hari kartini pada ketika program menyerupai perlombaan kebaya, mambaca karya puisi, pantun dan ide lain terutama di sekolah juga kantor.
Puisi ibu kartini tersebut bisa untuk anak pelajar sekolah sd, smp dan smp. Jika memungkinkan dari karya puisi yang telah ada menjadi ide ketika akan menciptakan karya puisi buat di sekolah.
Baca Juga:
Banyak sekali tokoh nasional telah menciptakan karya puisi ihwal hari kartini, misalnya Chairil Anwar dan Taufik Ismail. Puisi nasionalime kartini inilah yang kemudian menginspirasi pencinta puisi.
Berikut merupakan puisi Hari Ibu kita Kartini dalam mengenangmu dari usaha R. A Kartini 2018.
AKU
Puisi Karya: CHAIRIL ANWAR
Kalau hingga waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini hewan jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan saya akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
![]() |
Puisi Peringatan hari Kartini - Sumber Gambar wikipedia |
LARUT MALAM SUARA SEBUAH TRUK
Puisi Karya: Taufik Ismail
Sebuah Lasykar truk
Masuk kota Salatiga
Mereka menyanyikan lagu
'Sudah Bebas Negeri Kita'
Di jalan Tuntang seorang anak kecil
Empat tahun terjaga :
'Ibu, akan pulangkah Bapa,
dan membawakan pestol buat saya ?'
(1963)
Budaja Djaja
Thn. VI, No. 61
Juni 1973
Dari Ibu Seorang Demonstran
Karya: Taufik Ismail
"Ibu telah merelakan kalian
Untuk berangkat demonstrasi
Karena kalian pergi menyempurnakan
Kemerdekaan negeri ini"
Ya, ibu tahu, mereka tidak memakai gada
Atau gas airmata
Tapi eksklusif peluru tajam
Tapi itulah yang dihadapi
Ayah kalian almarhum
Delapan belas tahun yang lalu
Pergilah pergi, setiap pagi
Setelah dahi dan pipi kalian
Ibu ciumi
Mungkin ini pelukan penghabisan
(Ibu itu menyeka sudut matanya)
Tapi ingatlah, sekali lagi
Jika logam itu memang memuat nama kalian
(Ibu itu tersedu sedan)
Ibu relakan
Tapi jangan di ketika terakhir
Kau teriakkan kebencian
Atau dendam kesumat
Pada seseorang
Walapun betapa zalimnya
Orang itu
Niatkanlah menegakkan kalimah Allah
Di atas bumi kita ini
Sebelum kalian melangkah setiap pagi
Sunyi dari dendam dan kebencian
Kemudian lafazkan kesaksian pada Tuhan
Serta rasul kita yang tercinta
pergilah pergi
Iwan, Ida dan Hadi
Pergilah pergi
Pagi ini
(Mereka telah berpamitan dengan ibu dicinta
Beberapa ketika tangannya meraba rambut mereka
Dan berangkatlah mereka bertiga
Tanpa menoleh lagi, tanpa kata-kata)
(1966)
Mengenangmu Perjuangan Di Hari Kartini
Karya: Poetry
Hari itu telah berlalu ibu
Tapi perjunganmu masih berlaku
Sungguh agung perjalananmu
Sebagai perempuan saya senang akan itu
Perjuanganmu bukan hanya untuk dikenang
Generasi mulai tumbuh hingga tak terbilang
Banyak lahir raden ajeng kartini lanjutkan usaha hingga jasad menghilang
Aku yakin habis gelap terbitlah terang
Kartini-kartini muda bahagia
Meneruskan usaha untuk jiwa dan raga
Terima kasih Ibu Kartini
Kami hanya bisa mengucapkan Selamat hari Kartini
Bagiku engkaulah Ibu kita
Pejuang emansipasi wanita
Ide-ide sekarang lahir dari nasionalisme kartini muda
Bukan hanya sekedar kata kata
Itulah beberapa kumpulan puisi hari Ibu Kartini ketika mengenangmu usaha dari Raden Ajeng Kartini 2018/2019.
Karya Puisi-puisi hari kartini ini juga sanggup juga dibacakan ketika memperingati atau merayakan Hari kartini pada ketika program menyerupai perlombaan kebaya, mambaca karya puisi, pantun dan ide lain terutama di sekolah juga kantor.
Puisi ibu kartini tersebut bisa untuk anak pelajar sekolah sd, smp dan smp. Jika memungkinkan dari karya puisi yang telah ada menjadi ide ketika akan menciptakan karya puisi buat di sekolah.
Baca Juga: